Sinergi Inovasi: Dosen UNIKOM Bekali Siswa SMAN 3 Bandung Teknologi Deteksi Kecelakaan Berbasis Android

Bandung, 2026 – Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bekerja sama dengan SMAN 3 Bandung. Kegiatan yang mengusung tema besar “Pengembangan Aplikasi Deteksi Kecelakaan Kendaraan Menggunakan Sensor Accelerometer dan GPS” ini merupakan kolaborasi nyata antara akademisi dan siswa sekolah menengah dalam menjawab tantangan keselamatan berkendara di era digital.

Kolaborasi Lintas Disiplin dan Sinergi Tim

Kegiatan ini melibatkan tim ahli yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa pendamping dari prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) Lima judul pelatihan dilaksanakan secara sinkron untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi peserta:

  1. Analisis Data Sensor: Dipimpin oleh Rodi Hartono, Ph.D., fokus pada pengolahan data untuk menentukan ambang batas insiden.
  2. Metodologi Eksperimen: Dr. Yusrila Yeka Kerlooza mengarahkan pengujian benturan untuk validasi data.
  3. Implementasi Logging: Didit Andri Jatmiko, M.T. melatih penggunaan aplikasi mobile logging untuk merekam data secara real-time.
  4. Literasi Digital & MIT App Inventor: Sri Supatmi, D.Sc. memperkenalkan dasar pemrograman mobile berbasis blok yang ramah bagi pemula.
  5. Arsitektur Sistem: Sugeng, M.T. memandu pembuatan aplikasi deteksi kecelakaan secara utuh yang mengintegrasikan sensor dan koordinat GPS.

Kegiatan Menarik: Dari Lab Fisika ke Genggaman Smartphone

Salah satu aspek paling menarik dari kegiatan ini adalah metodologi Research-Based Learning (RBL). Siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi terlibat langsung dalam eksperimen kuantitatif. Peserta melakukan simulasi benturan dengan menjatuhkan perangkat dari berbagai ketinggian (0,1 m hingga 2,6 m) untuk melihat respons sensor secara langsung.

Suasana pelatihan menjadi sangat dinamis saat siswa belajar menggunakan MIT App Inventor. Platform ini memungkinkan siswa membuat aplikasi Android tanpa coding yang kompleks, cukup dengan menyusun blok logika seperti puzzle untuk membaca nilai percepatan dan mengaktifkan fitur SMS darurat.

Hasil yang Bermanfaat: Lahirnya Inovator Muda

Hasil dari pendampingan intensif ini sangat membanggakan. Kelompok siswa SMAN 3 Bandung (Annisa, Aurelia, Moby, dan Sania) berhasil menyusun laporan penelitian berjudul “Pengembangan Aplikasi Deteksi Kecelakaan Kendaraan”.

Manfaat bagi Siswa:

  • Aplikasi Praktis Fisika: Siswa mampu mengintegrasikan konsep Hukum Newton dan percepatan ke dalam teknologi nyata.
  • Skill Masa Depan: Meningkatkan kemampuan perancangan aplikasi Android dan penyusunan karya tulis ilmiah.
  • Prototipe Berfungsi: Berhasil menentukan ambang batas kecelakaan di atas 100 m/s², yang secara efektif membedakan kondisi berkendara normal dan benturan keras.

Manfaat bagi Dosen dan Jurusan:

  • Validasi Riset: Data eksperimen lapangan memperkuat referensi mengenai akurasi sensor smartphone dalam deteksi kecelakaan.
  • Penerapan IKU: Memenuhi poin indikator kinerja utama terkait pengabdian masyarakat dan kerja sama institusi.

Aplikasi yang dikembangkan kini mampu mengirimkan pesan notifikasi otomatis beserta lokasi kejadian via GPS, yang diharapkan dapat mempercepat penanganan korban kecelakaan di masa depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi dari tangan-tangan kreatif generasi muda yang didukung penuh oleh keahlian akademik para dosen kita.

#PKM #SMAN3Bandung #InovasiMobile #AndroidSafety #ResearchBasedLearning #TeknologiUntukMasyarakat

Share it :