Seminar Physical AI di UNIKOM Bahas Sinergi Kecerdasan Buatan dan Sistem Kendali dalam Robotika dan Otomasi

Bandung, 8 Oktober 2026 — Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) bersama Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menyelenggarakan seminar bertajuk “PHYSICAL AI: Sinergi Kecerdasan Buatan dan Sistem Kendali dalam Robotika dan Otomasi” pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Auditorium UNIKOM, Gedung Lama Lantai 4, Bandung.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini menghadirkan Dr. Eng. Arief Suryadi Satyawan, M.T., Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Telekomunikasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber. Seminar dimoderatori oleh Dr. Ednawati Rainarli, S.Si., M.Si., yang memandu jalannya diskusi dan pembahasan materi.

Pembukaan dan Pengantar Seminar

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan seminar dan pengantar mengenai pentingnya perkembangan Physical AI dalam bidang robotika dan otomasi. Tema ini mengangkat integrasi kecerdasan buatan dengan sistem fisik yang memungkinkan mesin dan robot tidak hanya memproses informasi, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan melalui sensor, aktuator, serta mekanisme sistem kendali.

Penyelenggaraan seminar ini menjadi salah satu upaya TRKB dan Teknik Elektro FTIK UNIKOM dalam memperluas wawasan sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan komputasional dengan implementasi pada sistem nyata.

Pemaparan Materi oleh Narasumber

Pada sesi utama, Dr. Eng. Arief Suryadi Satyawan, M.T. menyampaikan materi mengenai Physical AI dan relevansinya dalam pengembangan sistem robotika dan otomasi. Pembahasan berfokus pada sinergi antara kecerdasan buatan dan sistem kendali sebagai komponen penting dalam membangun sistem cerdas yang mampu memahami kondisi lingkungan, memproses informasi, mengambil keputusan, dan menghasilkan tindakan secara terukur.

Integrasi tersebut memiliki peran penting dalam berbagai penerapan teknologi, seperti robot cerdas, sistem otomasi industri, perangkat otonom, serta sistem berbasis sensor dan aktuator. Melalui pemaparan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai tantangan dan peluang pengembangan teknologi Physical AI, baik dalam konteks penelitian maupun penerapan di dunia industri.

Diskusi dan Interaksi Peserta

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh moderator. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendalami materi, mengajukan pertanyaan, serta bertukar pandangan mengenai perkembangan kecerdasan buatan, robotika, sistem kendali, dan otomasi.

Interaksi antara narasumber dan peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis dan mengeksplorasi peluang penelitian di bidang robotika dan kecerdasan buatan. Diskusi juga menjadi sarana untuk menghubungkan konsep teoretis yang dipelajari di perkuliahan dengan perkembangan riset dan kebutuhan teknologi di dunia nyata.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Rangkaian seminar ditutup dengan penegasan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan teknologi robotika modern. Integrasi kecerdasan buatan, sistem kendali, elektronika, sensor, dan aktuator membutuhkan pemahaman multidisipliner agar dapat menghasilkan solusi yang adaptif, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan bersama Program Studi Teknik Elektro FTIK UNIKOM berharap dapat terus mendorong peningkatan wawasan akademik, penguatan budaya riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

Seminar Physical AI menjadi salah satu bentuk komitmen program studi dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa masa depan robotika tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kecerdasan buatan dalam mengolah data, tetapi juga oleh kemampuannya berinteraksi dan bertindak secara cerdas di dunia fisik.

Share it :